Mengenal Tingkah laku Perempuan dan Laki - Laki

Updated: May 1, 2021

Sebagai awalan dari pembelajaran gua semua ini. Sebenarnya sangat penting untuk belajar tentang Awal mula dari perbedaan antara perempuan dan laki laki.


Mari gua bawa lu ke perjalanan gua mengenal tentang human interaction. Bahwa sebenar nya terlepas dari banyak nya gender yang ada di dunia, manusia sebagai makhluk ciptaan yang di atas memiliki 2 core.


Maskulin dan Feminim.


Entah apapun dirimu, selama dirimu masih dianggap manusia, maka maskulin dan feminin akan selalu ada di dirimu. Perbedaan nya hanyalah seberapa besar Feminim dan seberapa besar maskulin.


Mari kita bahas,


Di buku yang pertama kali gua baca, yang membawa gua ke tahap seperti ini adalah Man from Mars and Women From Venus.


Buku ini bercerita tentang perlambangan manusia sebagai planet yang mana pada akhirnya digunakan juga untuk sebagai perlambangan laki-laki dan perempuan sebagai simbol.


Untuk menarik garis lurus nya, Mars digambarkan sebagai planet merah yang mana selalu dihubungkan dengan dewa perang Ares. dan Venus digambarkan sebagai Venus, dewi Italia kuno yang biasanya disambungkan dengan pemeliharaan ladang dan kebun yang dibudidayakan dan diidentifikasikan oleh orang Romawi dengan dewi cinta Yunani, Aphrodite.


Bahkan jika ditarik garis ke zaman dimana astrology diciptakan (karena gua juga mempelajari hal tersebut).


Mars digambarkan sebagai Planet yang mengatur inisiatif, dorongan, dan tindakan kita. Mars sering digambarkan dengan 'bagaimana' dan 'di mana' lu mengarahkan energi positif ataupun negatif dan apa yang memotivasi serta seberapa agresif dan kompetitif lu di kehidupan.


Dan Venus mengatur hubungan dan cara lu memuja, serta selera dan estetika pribadi. Venus itu juga digambarkan dengan cara lu memperlakukan keuangan dan harta benda. Planet ini adalah tentang kesenangan.


Maka dari itu jika kita tarik garis lurus maka Mars adalah perlambangan maskulin dan venus adalah perlambangan feminim.


Itu kenapa ketika membaca judul “Man from Mars and Women From Venus.” Mereka betul betul menggambarkan hal tersebut.


Itu kenapa menurut gua, buku tersebut adalah salah satu buku rekomendasi untuk memulai mengerti “Manusia”


Nanti nya lu akan paham karena dominan dengan feminim, makhluk apapun akan berpikir dan berbicara ataupun mengambil keputusan menggunakan perasaan.


Klo lu dominan masculine, cara berpikir dan berbicara ataupun mengambil keputusan sering kali menggunakan logika.


Detail nya akan gua lampirkan gambar dari Hofstede (2001), Culture’s Consequences, 2nd ed. p 297. Tentang perbedaan dari maskulin dan feminim.




Kebanyakan (walaupun tidak semua) laki - laki di dominasi dengan nilai maskulin lebih dominan dari feminim dan sebaliknya.


Kalo gua suka mengibaratkan menjadi laki - laki adalah chaos dan menjadi perempuan adalah order. Seperti layaknya yin and yang.


Maskulin itu memberi lu energi untuk menjadi yang terbaik, sedangkan feminim memberi lu rasa kasih sayang untuk menjadikan semua orang terbaik masing masing.


Mars sebagai perlambangan Maskulin yang digambarkan dengan Ares, dewa perang. Dimana kehidupan laki - laki adalah menjadi terbaik diantara lain nya. Itu kenapa, kebanyakan perang dipimpin oleh laki - laki, inovasi terjadi untuk menjadikan diri yang terbaik,


Itu kenapa normal nya laki - laki akan lebih senang berbicara tentang ego mereka, goals mereka, mimpi mereka. Penggambaran nya adalah tentang uang, kekuasaan, memimpin sesuatu. Apapun yang bisa membantu mereka mendominasi.


Sedangkan disisi lain, Venus sebagi perlambangan feminim yang dilambangkan dengan Aphrodite dimana keseimbangan adalah yang utama. Balance the world. Semua berhak hidup layak dan rasa aman. Feminim selalu mementingkan hal yang lebih besar dari ego mereka.


Karena itu, normal nya kualitas menjaga dan merawat apapun, adalah salah satu keahlian feminim


Itu kenapa normal nya perempuan akan lebih senang berbicara tentang hubungan, isu sosial. Itu kenapa perempuan normal nya akan lebih sensitif dengan pergerakan social.


Mungkin contoh ini ga menggambarkan secara keseluruhan, tapi minoritas gua sering menggambarkan wanita Vegan sama lelaki Vegan.


Pendapat pribadi gua, akan selalu lebih mengerikan dan cenderung lebih kritis perempuan Vegan menurut pendapat pribadi gua hehehe alasan terbesarnya adalah rasa kasihan dengan binatang yang disiksa, Mereka mendapatkan point of view tersebut dari rasa merawat dan menjaga nya.


Itu kenapa mimpi perempuan untuk membangun keluarga dan pernikahan normal nya lebih tinggi persentasenya dibandingkan laki - laki.


Sebenarnya secara tidak langsung, diatas gua menyebutkan perihal spesifikasi perbedaan perempuan dan laki laki.


Makanya kadang kalo gua denger istilah :


“Cewek Matre” atau “Cowoknya kaya makanya ceweknya mau”

Sangat lucu kedengarannya. Kenapa? Karena sebenarnya statement tersebut hanya ketidakmampuan logika laki - laki untuk menerima beberapa fakta bahwa


1. Attraction is not a choice

  • Seganteng dan sekaya apapun, kalo lu bukan tipe dari perempuan tersebut, hasilnya sia sia. Move on, bro.

2. “It Takes Two to Tango”

  • Kurang kurangin nonton TV series atau film dimana laki - laki nya berjuang buat mendapatkan perempuan. Perempuan akan melihat laki - laki tersebut sebagai feminim dan sayang gak ada satu hubungan “percintaan” yang bisa diisi dengan 2 role yang sama. Bahkan Lesbian dan gay pun punya role nya masing - masing dalam mengisi maskulin dan feminim

  • Jika akhirnya menerima pun, perempuan perlahan akan menyadari bahwa dia harus mengambil role maskulin karena role feminim yang mendambakan hubungan sudah kamu ambil.

3. Perempuan tidak akan menggunakan kata yang melukai untuk menolak.

  • Perkara “kamu terlalu baik buat aku”, “aku udah nyaman sebagai sahabat”, “Aku percaya kamu layak dapet yang lebih baik” dan lain lain memang terdengar indah di telinga. Tapi inti nya adalah penolakan.

  • Tapi karena imajinasi tentang “She’s the one” memaksa otak kita membuat logika bodoh sebagai alternative.

  • Pahami konteks bukan kata - kata nya.

4. Kesulitan laki - laki berdamai dengan ego nya

  • Menerima bahwa ga semua orang suka sama lu sehebat apapun usaha adalah salah satu hal sulit. Dan sebagian besar ini terjadi dengan laki - laki yang hidup di luar percintaan nya selalu mendapat apapun yang dia mau atau selalu berhasil memenangkan sesuatu.

  • Itu kenapa sering banget kalo di liat, orang - orang sukses yang tidak berhasil di hubungan percintaan nya. When it comes to relationships, everything is blur.


Belajar untuk berhenti memuja sesuatu dan menganggap seseorang sebagai sosok “Tuhan lain di bumi” akan memudahkan process diri untuk move on.

It’s hard but it’s not possible.


Sebenarnya masih banyak yang gua mau bahas, cuma karena hari ini hari selasa dan jam menunjukan pukul 00:29, jadi mungkin tulisan ini akan gua sambung lagi nanti.


Paling ga gua berharap, satu artikel ini membuat lu belajar satu hal.


Dan hari dimana lu belajar minimal 1 pengetahuan baru, bukan lah hari ya sia sia.


22 views0 comments