Menikah bukan hanya soal Cinta dan Uang.

Hallo semuanya,


Kali ini gua mau membahas tentang cinta cinta an kembali, kenapa gua tertarik membahas hal ini adalah karena tentu nya untuk orang orang yang sudah memasuki tahap “umur menikah” maka tentu nya akan banyak informasi dari kiri dan kanan soal menikah itu sendiri.


Gua sendiri pun sudah memasuki tahap tersebut dan gua merasa bahkan dalam alam bawah sadar gua bahwa gua belum siap untuk memasuki jenjang kehidupan selanjutnya yaitu menikah.


Walaupun harus gua akui, bahwa banyak orang - orang diluar sana yang sudah melangsungkan pernikahan di umur gua, dan gua sangat tidak anti dengan hal tersebut. Gua merasa bahwa mereka mungkin merasa sudah memiliki cukup mental, fisik dan finansial yang cukup untuk melanjutkan ke tahap berikut nya.


Sedangkan gua sadar, bahwa gua masih sangat jauh akan hal tersebut.


Gua tau banyak orang diluar sana yang mengatakan


“Gak akan ada orang yang siap untuk menikah”

“Uang gausah dicari, nanti dateng disaat dibutuhkan kok mike”

“Tenang aja, yang penting berani dulu mike”


Gua pun paham banyak diluar sana mempercayai “Keajaiban” tentang menikah dan everything going in their place about it.


Tapi permasalahan gua tahu bahwa menikah tidak hanya soal cinta dan kebahagian. Bukan hanya soal finansial dan segala berbau uang. Menikah adalah soal menerima.


Karena menikah adalah menyatukan kedua orang menjadi satu, untuk menerima satu sama lain berharap hingga akhir hidup, hingga maut memisahkan.


Namun, pada kenyataan nya ketika kita bertumbuh ke tahap pernikahan, maka perubahan itu suka atau tidak suka akan terjadi. Bahwa menerima bukan hanya melanjutkan hidup seperti biasa.


Menikah secara tidak langsung meninggalkan ke individualis menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mengambil keputusan atas nama satu keluarga.


Mengutip dari perkataan Albert Einstein

“Men Marry Women with the Hope They Will Never Change. Women Marry Men with the Hope They Will Change”

Bahkan dalam buku nya Oscar Wilde yang berjudul “The Picture of Dorian Gray” salah satu percakapannya adalah


“Never marry at all, Dorian. Men marry because they are tired; women, because they are curious: both are disappointed,”

Apakah gua anti dengan pernikahan? Tentu nya tidak, namun mengetahui bahwa pernikahan bukan hanya soal tersebut bisa mengecilkan angka perpisahan yang tentu nya akan mempengaruhi mental dari pasangan tersebut atau buah hati hasil pernikahan tersebut.


Mengetahui bahwa gua bisa berubah menjadi manusia lebih baik tanpa harus menikah, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan tersebut sebelum menjalani pernikahan lalu menjadi manusia merdeka dan bahagia.


Sehingga definisi menikah tak lagi hanya untuk saling melengkapi dan menghasilkan keturunan, mencari kebagiaan dalam pasangan.


Menikah lah dalam mindset suatu individu atau manusia yang bahagia dengan hidup nya, sehingga kita bisa menemukan pasangan yang bahagia dengan hidup nya juga karena kamu hanya akan menemukan pasangan sebagai cerminan hidup mu.


“True love is about two complete people sharing their completeness, not completing each other” - Corey Wayne

I hope you find and value yourself as the one before you found the “one”


2 views0 comments