Sukses Itu Tenang.

Belakangan ini, gua sering kali dihubungi kawan - kawan gua soal pencapaian. Dan beberapa dari mereka bermasalah di hal yang sama


“Masih di sini sini aja, I’ve done everything”


Karena terlalu banyak mengkonsumsi social media, gua bisa paham kenapa asumsi itu terjadi.

Ga salah, cuma hal tersebut sayang nya belum tentu selalu benar.


Orang sering kali mengkaitkan kesuksesan mereka sebagai perlambangan moment. Kenapa? Karena itu yang ada di social media sebagian orang.


Moment by moment.


Sedangkan pengertian gua soal kesuksesan mungkin berbeda dari cara pandang beberapa orang diluar sana.


Its not about a backflip moment atau one hits wonder. Ada yang seperti itu? Tentu. Salah? Tentu tidak.


Namun ketika hal hal tersebut yang dipercaya maka sering kali terjadi adalah kekecewaan. Karena kisah justin bieber ditemukan di Youtube adalah kisah 1 dari berjuta juta orang.


Karena definisi gua tentang sukses bukan seperti itu. Definisi kesuksesan gua seperti layaknya karya seni lukisan.


Mari kita ambil contoh karya lukisan leonardo da vinci di perjamuan terahkir.


Lu akan melihat banyak sekali gambaran dan aspek tentang gambar tersebut. Mari kita asumsi kan karya Leonardo da Vinci menyelesaikan lukisan perjamuan terahkir nya adalah definisi kesuksesan.


Maka yang harus da Vinci selesaikan adalah? Menyelesaikan lukisan nya.


Pasti ada moment dimana pas gambar backgroud nya atau meja makan nya, di salah. Dia capek mungkin.


Mungkin dia ada moment teriak “tai” dalam bahasa italia karena cat warna nya abis atau kuas nya kecampur warna nya.


Apapun itu.



Pasti ada kok moment dimana dia “anjing gua ngapain sih, mending jadi pns aja”


Tapi perbedaan da vinci dan orang lain adalah dia ga berhenti. Dia terusin karyanya sampai selesai.

Kenapa? Karena kesuksesan dia melihat lukisan nya utuh. He see the bigger picture. Bahwa kesulitan di perjalanan dia merupakan bagian dari kenikmatan.


Namanya juga jalanan pasti ada kerikil nya. Get it? Enggak? Ah Tai lu.


But in the end.


Sukses bukan membalik telapak tangan le, nanti juga ketemu sela nya. Kesuksesan bukan soal moment2 doang.


Tapi menjalan kan nya sampai nanti di suatu titik didepan sana lu liat kebelakangan lu bilang.


“Gila bisa juga gua sampe disini”


Kalo capek ya istirahat. Tapi jangan lupa lanjut. Jangan berhenti.


Semua orang berjalan di jalan yang sama, dengan tujuan yang berbeda. Tapi saat di rest area beberapa orang rest in there for the rest of his life, beberapa lagi memutuskan rest a while lalu melanjutkan perjalanan.

Apa sih gua nulis nya ngaco kemana mana. Tapi gapapa. Kan artikel gua. Walaupun lu yang baca hehehe


Anyway


Kalau lu ga lanjut. Lu bakal berahkir di hari tua di kursi goyang sambil bilang ke cucu lu.


“dulu kakek hampir jadi CEO atau musisi terkenal atau bisnisman sukses”

“Trus kenapa ga kejadian kek?”

“Kakek nyerah cu”


Film aja happy ending, masa lau engga le?


5 views0 comments

Recent Posts

See All